Rabu, 18 Januari 2012

PENGALAMAN LOLOS TES CPNS SRAGEN 2008

Pada awal november 2008, adalah saat saya dan teman-teman di Sragen Bilingual Boarding School Gemolong mencoba peruntungan. saat itu adalah masa penerimaan CPNSD Kabupaten Sragen formasi 2008 click here. berbekal pengalaman gagal di seleksi CPNS Deplu Jakarta, maka saya dengan semangat sumpah pemuda :) segera cancut taliwanda mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.
Waktu itu saya ingat ada 10 rekan guru & staf SBBS yang ikut apply. mereka antara lain: pak Taufik (guru bahasa Inggris), pak Edi (guru olahraga), mas Faisal (admin), bu Kharisma (humas Internal), bu Anggar (guru bahasa Inggris), bu sari (guru bahasa inggris), bu fitroh (kurikulum), bu desi (bendahara), bu ninik (bendahara) dan saya sendiri.
Perjuangan untuk mengumpulkan berkas pendaftaran tentunya berliku (sepadan dengan hasilnya he). Pertama kami harus menyediakan waktu khusus untuk bisa memenuhi persyaratan berkas yang diminta. Hal ini tidaklah mudah, karena SBBS meskipun berstatus Negeri, namun masih dibawah manajemen Pasiad Turki (Institusi ini tidak mengenal Pegawai Negeri). sehingga tak mungkin ada izin untuk mendaftar PNS, apalagi kami tahu, apabila diterima PNS, maka kami pasti akan out from this school (tergantung penempatan) sehingga sekolah pasti keberatan kalo pegawainya keluar di tengah jalan.
Waktupun berlalu, seperti biasa konsentrasi kami tersita dengan pekerjaan yang menumpuk hingga terbersit angan: mendaftar PNS adalah kemustahilan. Namun kuasa Tuhan memang luar biasa, ditengah kegalauan kami, tiba-tiba GM (General Manager) memanggil kami. di dalam pertemuan itu ditanya: "siapa yang belum mendaftar PNS?" kami acungkan tangan satu per satu. GM melanjutkan "semua guru wajib mendaftar PNS" hahhh...bagai disamber gledeg saya mendengar beliau berucap seperti itu. pokoknya speechless lah :)
Akhirnya kami segera adakan persiapan: cari kartu kuning, skck, legalisir ijasah, foto dll. saya sendiri harus bolak balik karanganyar-solo-gemolong untuk kumpulkan persyaratan tadi. Apalagi, meskipun mendapat izin dari GM, namun bukan berarti tugas-tugas kami berkurang, apalagi tugas saya adalah mencari siswa baru hingga ke luar kota. 
Di tengah ihtiar saya tersebut istri yang sedang mengandung anak ke 2 jatuh sakit. kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah tangga membuat kandungannya menjadi lemah. dokter memvonis: bed rest di RS.
Akhirnya aktivitas saya terbagi menjadi 3: bekerja di SBBS, mengurus berkas PNS, dan sore harinya menunggui istri yang opname di RS (anak saya yang 1 -salsa- ikut tidur di RS). Berasa jadi super dad nih :). 
3 hari dalam aktifitas yang super duper sibuk plus makan yang tak teratur membuat fisik saya drop luar biasa. saya masih ingat waktu itu saya ambruk di kasur istri. perawatpun berdatangan. saya dibawa dengan kursi roda keruang UGD. jarum infus segera disusupkan ke lengan saya. fiuuuhh, lega rasanya cairan infus memenuhi tubuh saya. saya ingat sehari saya bisa habis 3-5 tabung infus (dehidrasi).
Terkapar karena sakit tak mengendurkan niat saya untuk melengkapi berkas PNS. saya juga ingat waktu itu saya menulis surat lamaran PNS di atas pembaringan. bahkan para perawat berkumpul untuk mencontoh surat lamaran saya. Ternyata mereka mau mendaftar PNS juga he.
Berkas pendaftaran PNS akhirnya saya kirim. saatnya menunggu hasil seleksi administrasi.
Tanggal pengumuman seleksi administrasi telah datang, namun tak ada tanda-tanda info maupun tukang pos datang ke rumah. iseng saya lacak ke kantor pos, ternyata benar surat panggilan untuk tes tertulis lupa belum diantarkan oleh tukang posnya. malah saya mau dititipi surat serupa untuk pelamar lain yang tinggal di sekitar komplek saya, namun saya tak mengenalnya, sehingga saya tolak.
langkah sebelum ujian seperti biasa adalah cek lokasi & tempat duduk. akhirnya saya meluncur ke SMAN 3 Sragen untuk cek lokasi.
sore hari, sehari sebelum tes tulis, saya ingat nanti malam ada pertandingan sepakbola padahal antena TV sedang rusak. mungkin posisi bergeser karena disenggol tikus. karena dasar maniak bola saya segera naik ke eternit (antena TV saya gantungkan di atas eternit), selesai membetulkan antena saya ingat ada bagian eternit yang bocor, saya berinisiatif untuk mengeceknya. malang, saya melangkah tanpa sadar kalo berjalan di atas eternit, bukan kayu. langsung saja saya terhempas ke bawah..braaaakkkkkkk. alhamdulillah saya tidak sampai terbanting ke lantai, karena tubuh saya terhimpit batang kayu. saya tak bisamembayangkan kalo kayu tersebut tidak ada. mungkin saya tidak bisa ujian PNS besok pagi. satu pelajaran bagi anda yang akan menempuh ujian/tes: jangan lakukan aktifitas yang membahayakan. siapkan fisik untuk istirahat sehingga fress menempuh ujian.


- to be continued inshalah -





Tidak ada komentar: