Kamis, 20 November 2014

HEARTBREAKING COMMERCIAL MOVIE CLIP




Karya: Ari Mayang K

Sinopsis
Jatmiko adalah seorang Kepala Sekolah di sebuah Madrasah. Jatmiko adalah figur laki-laki Jawa yang masih berpikiran sederhana. Polos, jujur, apa adanya dan selalu ceria. Dia dan istrinya tinggal di Desa di kaki gunung. Suatu ketika Jatmiko menerima surat pemberitahuan mengenai lomba olimpiade komputer. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Jatmiko nekat berpartisipasi. Padahal madrasahnya tidak punya komputer. Dan murid-muridnya belum pernah memegang komputer. Tapi dia tetap memutuskan menjual sepeda motor bututnya. Hal ini harusnya sangat berat bagi Jatmiko, karena dia sangat menyayangi motor tuanya itu. Terlebih lagi, jika motornya dijual maka dia tidak punya kendaraan lagi untuk pulang pergi mengajar ke madrasah. Namun dengan tersenyum Jatmiko meyakinkan dirinya bahwa pengorbanannya tidaklah percuma dan sudah sepantasnya, karena sebagai kepala sekolah, dia bermimpi madrasahnya memiliki sebuah komputer sekaligus memperoleh juara olimpiade komputer. Akhirnya seperangkat komputer baru bisa dimiliki madrasah, berkat penjualan motor jatmiko. Para siswa pun giat berlatih dengan didampingi Jatmiko. Jatmiko sangat terharu melihat siswa2nya gembira bisa memegang komputer.
Suatu hari jatmiko berjalan pulang menuju rumahnya. Karena berjalan kaki, Jatmiko kemalaman di jalan. Di suatu jalan yang gelap dan dalam rimbun pohon bambu Jatmiko melihat sebuah perkelahian yang tidak seimbang. Ada seorang laki-laki yang dikeroyok 2 laki laki tegap bercadar. Rupaya sebuah usaha perampokan. Sebelum Jatmiko sempat menolong laki laki tsb, salah satu perampok memukul laki2 tsb dengan tongkat shg laki2 tsb pingsan. Sebelum pingsan, laki2 tsb sempat merangkak ke arah Jatmiko, kedua tangannya memeluk erat sebuah tas. Sambil menahan sakit laki-laki tersebut berseru lirih: “tolong pak......tas ini...... uang perusahaan”. Kemudian laki2 tsb pingsan. Jatmiko memandang dengan nanar sosok laki2 yang tergeletak di hadapannya. Badan jatmiko kecil. Tak mungkin melawan kedua perampok tsb. Namun dia teringat amanat laki2 tsb u menjaga tas yang berisi uang perusahaan tersebut.
Jatmiko mengambil tas kulit tersebut, didekapnya kencang dengan kedua tangannya. Kalaupun dia harus mati, dia sudah siap. Tak lupa dia berteriak sekencang-kencangnya: “Tolong...rampoook...tolongggg”. teriakan Jatmiko bersahutan dengan berdebam suara pukulan yang mendarat di sekujur tubuhnya. Rupanya kedua perampok tadi sangat marah melihat Jatmiko turut campur membantu laki2 tadi. Teriakannya berhasil mengundang warga yang berlrian keluar dri rumah mereka. Para perampok panik dan meninggalkan Jatmiko beserta tas yang ia selamatkan. Jatmiko luka parah. Dia pingsan.
Hari demi hari berlalu. Jatmiko koma di rumah sakit. Tak terasa sudah berganti bulan. Jatmiko akhirnya sadar. Saat dia membuka matanya didapatinya istrinya sedang menunggu dengan setia. Tak berapa lama beberapa orang berpakaian necis masuk ke dalam kamar rawat Jatmiko. Mereka memperkenalkan diri sebagai direksi perusahaan yang uangnya diselamatkan Jatmiko. Laki2 yang ditolong Jatmiko juga hadir. Tangannya digips karena patah. Sang direktur perusahaan mengucapkan banyak terima kasih kepada Jatmiko. Jatmiko menyelamatkan uang perusahaan sebesar 1 milyar. Sebagai tanda terima kasih Direksi memberikan hadiah berupa sebuah mobil kepada Jatmiko. Mobil tersebut bisa digunakan Jatmiko untuk operasional madrasah. Jatmiko menangis karena terharu. Disaat yang bersamaan istri Jatmiko menunjuk sebuah piala besar yang diletakkan di atas meja disamping tempat tidur Jatmiko. Disitu tertulis Juara 3 Olimpiade Komputer. Rupanya tim Madrasah berhasil menjadi juara 3. Jatmiko melewatkan kemenangan timnya karena dia koma selama hampir 2 minggu. Jatmiko memeluk erat piala tersebut sambil menangis. Para tamu di ruangan tersebut berebut memberikan ucapan selamat atas kemenangan madrasah kepada Jatmiko. Kemudian setelah diperiksa sebentar oleh dokter, Jatmiko diantar keluar untuk melihat hadiahnya. Sebuah mobil. Jatmiko naik ke kemudi dibantu istrinya. Jatmiko mencoba mengemudikan mobilnya. Tersendat sendat maju mundur. Semua yang ada di situ tertawa bahagia.
Narasi ending:
Qs Al Anfaal: 60: “Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”       

00.01” – 00.30”        01. BACKSONG ON. EXT. JATMIKO MENGENDARAI MOTOR TUANYA DARI SEBUAH MADRASAH TUA PULANG KE RUMAHNYA.
00.31” – 01.30”        02. INT. RUMAH JATMIKO – SIANG HARI
Cast: Jatmiko, istri Jatmiko
Jatmiko sampai di pelataran rumah. Mematikan motornya. Menstandardkan motornya. Melepas helm. Kemudian berjalan memasuki rumah. BACKSONG OFF.
JATMIKO
“Assalamu’alaikum”
ISTRI
“Wa ‘alaikumsalam”
JATMIKO
(mengeluarkan secarik kertas dan diberikan kepada istrinya, duduk di kursi melepas sepatu pantofelnya)
ISTRI
(membaca perlahan)
“Olimpiade Komputer...tapi pak..madrasah kita kan.....
JATMIKO
(memberi isyarat dengan dengan telapak tangannya sambil tersenyum, pertanda biarlah dia sebagai laki-laki yang akan mencari jan keluarnya. Istrinya terdiam mengerti. Dan tersenyum kecil)
CUT OFF
01.31” – 02.30”        03. BACKSONG ON. INT. DEALER JUAL BELI MOTOR BEKAS – SIANG HARI
Cast: Jatmiko, pemilik dealer
(Jatmijo menerima amplop berisi uang tunai hasil penjualan motor dari pemilik dealer, mereka ber2 bersalaman, Jatmiko menyentuh motor kesayangannya untuk terakhir kalinya. Pemilik dealer menyuruh salah seorang pegawainya memindahkan motor itu ke dalam dealer)
CUT OFF
02.31” – 03.30”        04. BACKSONG STILL.  INT. TOKO KOMPUTER – SIANG HARI
 Cast: Jatmiko, pemilik toko
(Jatmiko menyerahkan amplop penjualan motornya kepada pemilik toko komputer. Jatmiko membeli seperangkat komputer baru. Jatmiko bersalaman dengan pemilik toko komputer. Barang akan diantar menyusul ke madrasah)
CUT OFF
03.31” – 04.30”        05. BACKSONG STILL.  INT. MADRASAH – PAGI HARI
Cast: Jatmiko, guru, siswa, karyawan toko komputer
(Karyawan toko komputer menurunkan seperangkat komputer, Jatmiko, guru dan siswa menyambut dengan antusias. Satu demi satu mereka menyentuh dan mengangkat kedepan mata mereka perangkat komputer yang baru mereka lihat pertama kali. Jatmiko tersenyum haru melihat kegembiraan murid dan gurunya. Guru dan muridpun bergantian menyalami jatmiko tanda berterimakasih). BACKSONG OFF.
04.31” – 06.30”        06.INT. MADRASAH – MALAM HARI
Cast: Jatmiko, guru komputer
(Jatmiko lembur menemani guru komputer yang sedang mepersiapkan program latihan untuk siswa demi menghadapi olimpiade komputer yang sudah semakin dekat)
 JATMIKO
“Sudah selesai mas Budi?”
(merapikan meja kerja dan memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya)
BUDI
“Njih Bapak. Sebentar lagi, kirang sekedhik malih meniko”
(menjawab dalam bahasa Jawa medok, menyeka keringat yang menetes di dahi)
JATMIKO
“Usahakan selesai malam ini mas Budi, supaya anak2 bisa berlatih dengan komputer itu besok pagi. Olimpiade sudah dekat”
BUDI
“Injih pak, ini saya juga sudah berusaha maksimal je, tapi memang sulit, la wong saya sendiri baru belajar”
(sedikit mengumpat halus dalam bahasa Jawa kepada komputer didepannya)
JATMIKO
“Ya wes, aku tak pulang dulu, jangan lupa nanti pintu dikunci rapet yo. Hati-hati. Banyak maling dan rampok sekarang ini. Wes yo Assalamu’alaikum”
(sambil membuka pintu dan keluar)
BUDI
“Injih pak, wa’alaikumsalam. atos-atos di jalan Pak”
CUT OFF
06.31” – 10.30”        07.EXT. JALAN GELAP – MALAM HARI
Cast: Jatmiko, laki2 bendahara perusahaan, 2 perampok
(Saat perjalanan pulang dar madrasah, dii suatu jalan yang gelap dan dalam rimbun pohon bambu Jatmiko melihat sebuah perkelahian yang tidak seimbang. Ada seorang laki-laki yang dikeroyok 2 laki laki tegap bercadar. Rupaya sebuah usaha perampokan. Sebelum Jatmiko sempat menolong laki laki tsb, salah satu perampok memukul laki2 tsb dengan tongkat shg laki2 tsb pingsan. Sebelum pingsan, laki2 tsb sempat merangkak ke arah Jatmiko, kedua tangannya memeluk erat sebuah tas. Sambil menahan sakit laki-laki tersebut berseru lirih: “tolong pak......tas ini...... uang perusahaan”. Kemudian laki2 tsb pingsan. Jatmiko memandang dengan nanar sosok laki2 yang tergeletak di hadapannya. Badan jatmiko kecil. Tak mungkin melawan kedua perampok tsb. Namun dia teringat amanat laki2 tsb u menjaga tas yang berisi uang perusahaan tersebut.
Jatmiko mengambil tas kulit tersebut, didekapnya kencang dengan kedua tangannya. Kalaupun dia harus mati, dia sudah siap. Tak lupa dia berteriak sekencang-kencangnya: “Tolong...rampoook...tolongggg”. teriakan Jatmiko bersahutan dengan berdebam suara pukulan yang mendarat di sekujur tubuhnya. Rupanya kedua perampok tadi sangat marah melihat Jatmiko turut campur membantu laki2 tadi. Teriakannya berhasil mengundang warga yang berlrian keluar dri rumah mereka. Para perampok panik dan meninggalkan Jatmiko beserta tas yang ia selamatkan. Jatmiko luka parah. Dia pingsan.)
BENDAHARA PERUSAHAAN
“tolong pak......tas ini...... uang perusahaan”.
(merangkak kedepan Jatmiko, hendak menyerahkan tas berisi uang perusahaan tapi terlanjur pingsan)
JATMIKO
“mas mas bangun mas...duh Gusti.....tulunnggg tulunggggg rampoookkk tuluuungggg...adududuh ampun tulung aduh rampokkk tulunggggg”
(Jatmiko mengerang kesakitan sambil mendekap erat tas dengan kedua tangannya. Sementara itu kedua perampok memukulinya dengan membabibuta dan berusaha merebut tas berisi uang tersebutyang dpertahankan jatmiko dengan mati-matian )
PERAMPOK 1
“weh ojo melu-melu kowe. Serahno tase. Kurang ajar”.
PERAMPOK 2
“rebut tas e No. Tarikk tariikkk”.

JATMIKO
“Alloohu akbar...duh Gusti.....tulunnggg tulunggggg rampoookkk tuluuungggg... rampokkk tulunggggg”
(wajah jatmiko babak belur dihajar pencuri, darah menetes dari sudut bibirnya. Matanya berkunang2 tapi dia tak mau menyerah)
PENDUDUK 1
“Hoe sopo kuwi..rampokkk rampokkkkk...tulunggg tulunggg”
PENDUDUK 2
“rampokkk rampokkkkk...”
(sambil membunyikan kentongan dengan panik dan tergesa)
PERAMPOK 1
“bos..konangan bos...kabur bosss”.
PERAMPOK 2
“kurang ajaaaarrrr...rasaknoooo we”.
(kesal karena ketahuan penduduk dan tidak bisa merebut tas dari tangan jatmiko, perampok memukul kepala jatmiko keras dengan sebatang dahan pohon)
JATMIKO
“Alloohu akbar...”
(jatmiko terhuyung kebelakang. Dia pingsan sambil tetap mempertahankan tas di tangannya)
PENDUDUK 1
“loh iki mas jatmiko to...mas bangun mas....tulunggg tulunggg”
(penduduk desa datang berduyun-duyun, sebagian mereka berlari mengejar perampok yang kabur dengan sepeda motor. Sisanya mengerubungi tubuh jatmiko yang sudah terluka parah.
CUT OFF
10.31” – 20.00”        08.INT. KAMAR RUMAH SAKIT – PAGI HARI
Cast: Jatmiko, istri, direktur, bendahara perusahaan, dokter
(Hari demi hari berlalu. Jatmiko koma di rumah sakit. Tak terasa sudah berganti minggu. Jatmiko akhirnya sadar. Saat dia membuka matanya didapatinya istrinya sedang menunggu dengan setia. Tak berapa lama beberapa orang berpakaian necis masuk ke dalam kamar rawat Jatmiko. Mereka memperkenalkan diri sebagai direksi perusahaan yang uangnya diselamatkan Jatmiko. Laki2 yang ditolong Jatmiko juga hadir. Tangannya digips karena patah. Sang direktur perusahaan mengucapkan banyak terima kasih kepada Jatmiko. Jatmiko menyelamatkan uang perusahaan sebesar 1 milyar. Sebagai tanda terima kasih Direksi memberikan hadiah berupa sebuah mobil kepada Jatmiko. Mobil tersebut bisa digunakan Jatmiko untuk operasional madrasah. Jatmiko menangis karena terharu. Disaat yang bersamaan istri Jatmiko menunjuk sebuah piala besar yang diletakkan di atas meja disamping tempat tidur Jatmiko. Disitu tertulis Juara 3 Olimpiade Komputer. Rupanya tim Madrasah berhasil menjadi juara 3. Jatmiko melewatkan kemenangan timnya karena dia koma selama hampir 2 minggu. Jatmiko memeluk erat piala tersebut sambil menangis. Para tamu di ruangan tersebut berebut memberikan ucapan selamat atas kemenangan madrasah kepada Jatmiko. Kemudian setelah diperiksa sebentar oleh dokter, Jatmiko diantar keluar untuk melihat hadiahnya. Sebuah mobil. Jatmiko naik ke kemudi dibantu istrinya. Jatmiko mencoba mengemudikan mobilnya. Tersendat sendat maju mundur. Semua yang ada di situ tertawa bahagia.
JATMIKO
“Alloohu akbar...neng endi aku. aduduh”
(jatmiko membuka matanya dari tidur panjangnya. Kilau matahari menyilaukan matanya. Kepalanya masih berdenyut nyeri. Dia mengaduh sambil meringis menahan nyeri dan memegangi sudut kepalanya yang dibalut perban)
ISTRI
“pak istighfar pak...alhamdulillaaah bapak sampun siuman...ya Alloh...dokter dokterrr”
(membantu jatmiko duduk diatas tempat tidur. Dia menangis demi melihat suaminya bangun dari tidur panjangnya. Dia berteriak memanggil2 dokter)
JATMIKO
(melihat sekeliling kamar tempat dia dirawat dengan nanar. Mencoba mengenali sosok wanita didepannya sambil mengumpulkan keping keping ingatannya)
ISTRI
“ini aku pak...Noor...istrimu”
(tersenyum sambil menghapus air mata yang menggenangi kelopak matanya)
JATMIKO
(tersenyum melihat istrinya, memegang balutan perban di kepalanya seakan meminta sebuah penjelasan)
ISTRI
“bapak pingsan...hampir 2 minggu. Bapak berkelahi dengan perampok pak”
(tersenyum bangga mengingat keberanian suaminya)
JATMIKO
(jatmiko mengingat2 kembali saat2 kedua perampok itu menghajarnya dengan keras, dia teringat tas itu)


BENDAHARA PERUSAHAAN
“Assalamu’alaikum...”
(sebuah suara diikuti ketukan pelan di pintu kamar rumah sakit membuyarkan lamunan jatmiko)
ISTRI
“wa’alaikum salam”
JATMIKO
““wa’alaikum salam”
(seorang laki2 laki masuk ke dalam ruangan kamar diikuti pria necis dibelakangnya)
BENDAHARA PERUSAHAAN
“pak Jatmiko, ini saya, yang dulu pernah bapak tolong. Ini pak iwan direktur perusahaan kami pak”
(sambil memperkenalkan laki2 disampingnya)
DIREKTUR PERUSAHAAN
“pak Jatmiko, perkenalkan saya Iwan.  mewakili perusahaan hendak menyampaikan terima kasih, kalau tidak ada pak Jatmiko, perusahaan kami rugi besar. Bapak menyelamatkan uang perusahaan kami sebesar Rp. 1 milyar rupiah”
(jatmiko dan istrinya berpandangan sambil tersenyum bangga)
JATMIKO
““tidak apa2 pak Iwan, sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong”
(seorang dokter wanita merangsek kedalam ruangan, tangannya sigap memeriksa jatmiko, mulai dari memeriksa mata jatmiko dengan senter, memegang perban kepala jatmiko dll)
DOKTER
““bagaimana perasaan bapak, sudah lebih enak? Ada yang sakit? Ini luar biasa, suami ibu memiliki daya tahan tubuh yang hebat”
ISTRI
“njih dokter, maklum kami orang desa, justru fisik kami kuat-kuat. Apalagi bapak ini. hebat”
(sambil mengacungkan jempolnya)
DIREKTUR PERUSAHAAN
“pak Jatmiko, maaf kalau menyela, kedtangan kami ini adalah untuk menengok bapak..yang alhamdulillah sudah siuman dan sembuh, dan juga kami ada sedikit tanda tresno untuk bapak. Hadiah kecil pak. Ada di luar. Bagaimana klo kita lihat bersama2? Bagaimana adokter apakah diizinkan”
DOKTER
““semua tergantung pak jatmiko, kalo sudah merasa kuat ya monggo. Tapi hati2”
ISTRI
“pak...ini juga ada hadiah, dari guru dan murid madrasah”
(seakan tak mau kalah, istri jatmiko mengambil piala besar di atas meja dan diserahkan ke suaminya)
JATMIKO
(jatmiko menerima piala itu dengan heran, dibacanya plakat yang tertera di depa. Juara 3 olimpiade komputer. Jatmiko ternganga tak percaya)
ISTRI
“madrasah kita juara 3 pak...anak2 berlomba dengan semangat, mereka bertekad menang demi bapak, para guru juga. Mereka berlatih siang malam sambil tiap hari menengok bapak disini. Menunggu kapan bapak siuman. Setelah mereka meraih juara 3, mereka memaksa untuk menaruh piala itu disini. Supaya bapak segera siuman”
(airmatanya kembali menetes karena terharu dan bangga)
JATMIKO
BACKSONG ON (jatmiko mendekap piala itu dengan kencang sambil menangis bangga, dadanya naik turun, semua yang ada diruangan bergantian mengucapkan selamat kepada jatmiko. Kemudian sang direktur memapah jatmiko turun dari tempat tidurnya menuju areal parkir rumah sakit. Disana ada mobil yang terparkir. Hadiah dari sang direktur. Jatmiko naik ke atas mobil dan mencoba mengendarai mobilnya. Maju mundur. Dan mesinnya pun mati mati. Semua yang hadir tertawa bahagia)
Narasi ending:
Qs Al Anfaal: 60: “Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”       

































 

Tidak ada komentar: